Miris! Perkara Cinta Segitiga, Dua Gadis Remaja Baku Hantam di Jakarta Utara

Sebuah insiden remaja baku hantam yang disayangkan terjadi di kawasan Jakarta Utara, diduga kuat dipicu oleh masalah cinta segitiga. Dua gadis remaja terlibat perkelahian fisik yang cukup di area publik, tepatnya di sekitar sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Kelapa Gading. Peristiwa remaja baku hantam yang terjadi pada Senin sore, 21 April 2025, sekitar pukul 16.00 WIB, ini sempat menarik perhatian banyak pengunjung dan terekam oleh beberapa kamera телефонов genggam.

Menurut keterangan saksi mata, insiden remaja baku hantam ini melibatkan dua orang gadis remaja putri yang diperkirakan berusia sekitar 15-16 tahun. Perkelahian bermula dari adu mulut yang sengit, yang kemudian eskalasi menjadi физическое kontak. Keduanya saling menarik rambut, mendorong, dan melayangkan pukulan. Diduga kuat, перkelahian ini dipicu oleh перебут отношения asmara dengan seorang remaja laki-laki yang sama.

Beberapa pengunjung pusat perbelanjaan dan petugas keamanan setempat berusaha melerai insiden remaja baku hantam tersebut. Setelah berhasil dipisahkan, kedua remaja putri tersebut terlihat mengalami luka ringan seperti memar dan lecet. Pihak keamanan kemudian membawa keduanya ke kantor keamanan pusat perbelanjaan untuk didata dan diberikan pembinaan. Orang tua kedua remaja tersebut juga dipanggil untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.

Petugas kepolisian dari Polsek Kelapa Gading yang mendapat informasi mengenai insiden remaja baku hantam ini juga mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan dan memberikan imbauan kepada kedua remaja serta orang tua mereka. Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Rucky Alejano, S.H., S.I.K., M.H., melalui sambungan telepon pada Senin malam, 21 April 2025 (sesuai waktu setempat), menyayangkan terjadinya перkelahian antar remaja tersebut. “Kami telah menerima laporan dan memberikan pembinaan kepada kedua remaja serta orang tua mereka. Kami mengimbau kepada para remaja untuk menghindari tindakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah, тем более hanya karena masalah percintaan. Sebaiknya, всякие permasalahan diselesaikan dengan cara yang baik dan медиация,” ujar Kompol Rucky Alejano. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada pihak sekolah dan orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak remaja guna mencegah terjadinya перkelahian serupa di masa mendatang.