Lumajang, Jawa Timur, Sabtu, 12 April 2025 – Hamparan Lapangan Desa Pandanarum yang terletak di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, hari ini bertransformasi menjadi arena megah bagi perhelatan akbar Tradisi Karapan Kerbau. Gelaran tahunan yang telah mendarah daging dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Lumajang ini kembali sukses menyedot perhatian ribuan pasang mata dari berbagai penjuru. Bukan sekadar adu kecepatan antara sepasang kerbau yang gagah perkasa, Tradisi Karapan Kerbau adalah representasi utuh dari kearifan lokal, semangat gotong royong, serta ungkapan rasa syukur atas berkah hasil bumi yang melimpah, menjelma menjadi sebuah pesta rakyat yang sarat makna dan kemeriahan.
Sejak mentari pagi menyapa ufuk timur, denyut kehidupan di sekitar lapangan Pandanarum kian terasa bersemangat. Para peserta, dengan kerbau-kerbau pilihan yang telah dirawat dan dipersiapkan secara matang, mulai memadati area perlombaan. Kerbau-kerbau tersebut tampil memukau dengan hiasan-hiasan tradisional yang menambah kegagahan mereka. Riuh rendah suara para pemilik dan pawang kerbau yang memberikan instruksi dan semangat bercampur dengan antusiasme ribuan penonton yang rela berbondong-bondong memadati tribun penonton dan setiap sudut lapangan. Sorak sorai dan tepuk tangan membahana setiap kali sepasang kerbau melesat cepat di atas lintasan pacu yang telah ditandai, menciptakan atmosfer Tradisi Karapan Kerbau yang begitu hidup dan memukau.
Lebih dari sekadar kompetisi yang memacu adrenalin, Tradisi Karapan Kerbau di Lumajang memiliki akar budaya yang mendalam. Acara ini diyakini sebagai manifestasi rasa syukur masyarakat agraris atas hasil panen yang berlimpah, sekaligus menjadi simbol harapan untuk hasil panen yang lebih baik di masa mendatang. Selain itu, Tradisi Karapan Kerbau juga menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antar warga desa dan kecamatan, di mana para peserta dan penonton dari berbagai latar belakang berkumpul untuk merayakan kebersamaan dalam balutan tradisi. Berbagai pertunjukan kesenian tradisional khas Lumajang, mulai dari musik gamelan hingga tarian daerah, turut ditampilkan untuk menambah semarak acara dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada para wisatawan yang hadir.
Bupati Lumajang, Bapak Thoriqul Haq (nama fiktif), yang dengan penuh antusiasme menyaksikan jalannya acara, menyampaikan rasa bangganya atas partisipasi aktif masyarakat dan semangat para peserta dalam menjaga dan melestarikan Tradisi Karapan Kerbau. Beliau menekankan bahwa warisan budaya seperti ini memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik wisata yang unik dan kuat bagi Kabupaten Lumajang, sekaligus mampu menggerakkan roda perekonomian lokal melalui sektor pariwisata, kuliner, dan kerajinan tangan. Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen untuk terus mendukung dan mempromosikan Tradisi Karapan Kerbau agar tetap lestari dan semakin dikenal oleh masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.