Pemerintah Indonesia terus menjadikan peningkatan investasi asing langsung (FDI) sebagai prioritas utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Berbagai kebijakan pro-investasi telah dan sedang diimplementasikan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif. Fokus pemerintah tidak hanya pada menarik modal, tetapi juga memastikan realisasi investasi yang masuk memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi perekonomian nasional.
Strategi pemerintah dalam menarik investasi asing meliputi penyederhanaan regulasi melalui Undang-Undang Cipta Kerja, pemberian insentif fiskal seperti tax holiday dan tax allowance, serta percepatan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) berbasis risiko. Selain itu, diplomasi ekonomi juga diintensifkan untuk meyakinkan investor global akan potensi dan stabilitas Indonesia, di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Realisasi investasi asing di Indonesia menunjukkan tren positif. Pada Triwulan I 2025 saja, total realisasi investasi mencapai Rp465,2 triliun, meningkat 15,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia dan keberhasilan upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan investasi yang menarik dan kompetitif.
Beberapa sektor menunjukkan daya tarik luar biasa bagi investasi asing. Industri logam dasar, terutama yang berkaitan dengan hilirisasi nikel, menjadi primadona. Ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mengolah sumber daya alam di dalam negeri, menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja. Sektor manufaktur secara umum juga terus menarik minat investor, terutama yang berorientasi ekspor dan padat karya.
Selain itu, sektor infrastruktur dan properti tetap menjadi magnet bagi investor asing. Pembangunan proyek-proyek strategis nasional, seperti IKN Nusantara, jalan tol, dan pelabuhan, membutuhkan modal besar yang sebagian besar datang dari FDI. Sektor-sektor ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan konektivitas dan efisiensi logistik di seluruh Indonesia.
Sektor ekonomi hijau dan ekonomi digital juga semakin dilirik oleh investor asing. Potensi energi terbarukan yang melimpah dan pertumbuhan pesat ekonomi digital di Indonesia membuka peluang besar. Ini menunjukkan bahwa investasi asing tidak hanya berfokus pada sektor tradisional, tetapi juga pada bidang-bidang inovatif yang mendukung pembangunan berkelanjutan di masa depan.